Tentang Kami

Tentang Kami

JEJAK LANGKAH

1975

Pabrik milik Indocement pertama kali beroperasi di Citeureup

1985

Peleburan enam perusahaan semen (yang mengoperasikan delapan pabrik) menjadi satu entitas yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa

1989

Indocement menjadi perusahaan publik

1991

Indocement mengakusisi pabrik semen miliki PT Tridaya Manunggal Perkasa Cement (TMPC) di Cirebon, Jawa Barat

Indocement memulai usaha beton siap-pakai

1996

Indocement menyelesaikan pembangunan Plant 10, Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat

1997

Indocement menyelesaikan pembangunan Plant 11, Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat

2000

Penggabungan usaha antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dengan PT Indo Kodeco Cement (Plant 12) yang memiliki kapasitas 2,6 juta ton semen per tahun.

2001

HeidelbergCement Group menjadi pemegang saham mayoritas Indocement melalui entitas anaknya, Kimmeridge Enterprise Pte. Ltd.

2003

Kimmeridge Enterprise Pte. Ltd., mengalihkan kepemilikan sahamnya di Indocement kepada HC Indocement GmbH.

2005

Indocement meluncurkan produk Semen Komposit Portland (PCC) ke pasar Indonesia.

Penggabungan usaha antara HC Indocement GmbH dengan HeidelbergCement South-East Asia GmbH, dimana yang disebutkan terakhir menjadi pemegang saham mayoritas langsung Indocement

2006

HeidelbergCement South-East Asia GmbH melakukan penggabungan usaha dengan HeidelbergCement AG. Dengan demikian, HeidelbergCement AG menguasai 65,14% saham Indocement.

2008

Indocement menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima Certified Emission Reductions (CER) untuk proyek bahan bakar alternatif.

HeidelbergCement AG mengalihkan seluruh sahamnya di Indocement kepada Birchwood Omnia Ltd. (Inggris), yang 100% dimiliki oleh HeidelbergCement Group.

2009

Birchwood Omnia Ltd., menjual 14,1% sahamnya kepada publik, sehingga kepemilikan saham HeidelbergCement AG melalui Birchwood Omnia Ltd., di Perseroan menjadi 51%.

2012

Dimulainya kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi untuk pengiriman semen kantong.

Dimulainya pengoperasian Terminal Semen Banyuwangi, Jawa Timur dan Terminal Semen Samarinda, Kalimantan Timur

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menerbitkan CER untuk Indocement atas keberhasilannya mengurangi emisi dari proyek blended cement untuk periode 2006–2007

Indocement Kompleks Pabrik Cirebon untuk pertama kalinya meraih PROPER dengan Peringkat Emas

2015

Peluncuran program Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA)

Peluncuran Indocement Safety Health Environment Learning Center (I-SHELTER) di Kompleks Pabrik Citeureup dan Kompleks Pabrik Cirebon.

Indocement resmi menjadi salah satu anggota pendiri Green Product Council Indonesia (GPCI)

2016

Peluncuran produk baru Indocement, dengan merek dagang “Semen Rajawali”. Produk ini merupakan semen berjenis Portland Pozolan Cement (PPC)

Peresmian pabrik baru Plant 14 di Kompleks Pabrik Citeureup di Bogor, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang 4,4 juta ton semen per tahun.

2017

Peluncuran produk baru Indocement yaitu “Duracem”. Duracem merupakan jenis semen Portland yang memanfaatkan slag dari industri baja sebagai salah satu bahan bakunya. Dalam proses produksinya, “Duracem” menghasilkan emisi CO2 yang rendah sehingga sangat ramah lingkungan

2018

Peresmian pengoperasian terminal semen baru di Palembang

Indocement mulai mengadopsi paradigma baru dalam pemasaran dan penjualan produk dengan menerapkan konsep Sales is a Science (SiaS)

2019

Peresmian pengoperasian Terminal Semen Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Selatan.

FOLLOW US ON