Tata Kelola

Tata Kelola

Managemen Resiko

Manajemen risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan GCG di lingkungan Perseroan. Pengelolaan risiko yang dilakukan dengan tepat dan komprehensif akan meningkatkan kepastian perusahaan dalam mencapai sasaran serta memberikan keyakinan bahwa Perseroan dapat merealisasikan peluang bisnis yang ada dengan meminimalisir potensi risiko dan kerugian yang mungkin terjadi. Manajemen Risiko adalah suatu budaya, dimana proses-proses dan struktur diarahkan untuk mengelola manajemen yang tepat guna, terhadap peluang yang potensial dan dampak yang merugikan. Perseroan berkomitmen untuk menerapkan manajemen risiko di seluruh proses dan pengelolaan perusahaan serta seluruh aktivitas operasional Perseroan.

Perseroan telah menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko di seluruh lini organisasi dalam rangka mewujudkan penerapan manajemen risiko yang efektif dan terintegrasi. Kebijakan tersebut dikomunikasikan secara terus-menerus kepada seluruh pemangku kepentingan untuk dipahami serta dievaluasi keefektifannya secara berkala.
 

Struktur Pengelolaan Manajemen Risiko

Manajemen Risiko merupakan bagian dari three lines of defense yang dikembangkan Perseroan dan Internal Audit merupakan the third line of defense.


Sistem Manajemen Risiko

Sistem manajemen risiko dibentuk untuk meminimalisir dan mengelola terjadinya risiko dari suatu kejadian atau aktivitas yang dapat berdampak negatif bagi pencapaian perusahaan. Oleh karena itu, proses manajemen risiko di lingkungan Perseroan dilaksanakan dalam suatu kerangka kerja yang komprehensif mencakup semua risiko yang teridentifikasi sebagai risiko yang dihadapi Perseroan. Perseroan berupaya untuk mengelola unsur ketidakpastian baik berasal dari lingkungan internal maupun eksternal dapat memberi pengaruh terhadap pencapaian tujuan Perseroan. 
Pengelolaan manajemen risiko di Perseroan ditangani oleh Direksi dengan pengawasan dari Dewan Komisaris. Perseroan secara berkala melakukan penilaian dan evaluasi atas efektivitas pengendalian manajemen risiko. Jika dibutuhkan, Dewan Komisaris dapat memberikan rekomendasi terhadap penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif, sehingga memungkinkan Perseroan secara efektif mengelola risiko dan dapat memperhitungkan
portofolio risiko dan mengambil tindakan-tindakan preventif agar dapat memaksimalkan pencapaian laba.

FOLLOW US ON