Tata Kelola

Tata Kelola

Pedoman Komite Keselamatan

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, Direksi dapat membentuk Komite yang bersifat non-struktural untuk memberikan masukan kepada Direksi perihal bidang yang menjadi lingkup kerja Komite tersebut.

Hingga 31 Desember 2020, Direksi Indocement telah membentuk Komite Keselamatan dan Komite Etika. Keberadaan Komite ini ditujukan untuk membantu Direksi membuat kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan Kesehatan & Keselamatan Kerja dan Lingkungan Perseroan serta membuat kebijakan dan mengawasi penerapan Indocement Code of Conduct.

KOMITE KESELAMATAN
Direksi membentuk Komite Keselamatan atau Indocement Safety Committee (I-SC) sebagai perwujudan komitmen Perseroan dalam manajemen keselamatan kerja. Komite Keselamatan berada dibawah pengawasan Direksi, dengan tujuan utama menentukan strategi pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, mendukung dan memastikan strategi, inisiasi, dan program keselamatan dan kesehatan kerja dalam semua kegiatan Perseroan terlaksana dengan baik.

Dasar Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenakerjaan mengamanatkan kewajiban perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja mengamanatkan kewajiban pemenuhan persyaratan keselamatan, pembinaan sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan kebakaran serta pembentukan panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
4. Pedoman keselamatan dan kesehatan kerja HeidelbergCement Group.
5.Surat Keputusan Direksi Nomor 011/Kpts/Dir/ITP/ IX/2019 tanggal 17 September 2019 tentang Komite Keselamatan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Keselamatan
1. Menyiapkan arah dan merumuskan strategi yang efektif dan rencana aksi yang bisa diterapkan di antara lini manajemen.
2. Menyiapkan suatu sistem keselamatan yang harmonis, serta menyelaraskan tujuan dan target, untuk mengawasi organisasi.
3. Membantu membangun semangat dan budaya yang seragam dalam meningkatkan kinerja keselamatan sejalan dengan tujuan keselamatan kelompok.
4. Memberikan dukungan yang diperlukan untuk lini manajemen untuk memastikan terlaksananya program peningkatan keselamatan Perseroan secara meluas;
5. Melakukan pengawasan terhadap kinerja keselamatan secara menyeluruh dan menentukan peluang untuk perbaikan.

Masa Jabatan Komite Keselamatan
Keanggotaan dan masa jabatan Komite Keselamatan melekat pada jabatan, sehingga tidak terdapat batasan waktu keanggotaan di Komite.

Rapat Komite Keselamatan
Komite Keselamatan wajib mengadakan rapat setidaknya empat kali dalam setahun. Sepanjang 2020, Komite Keselamatan menyelenggarakan rapat sebanyak empat kali, dengan rincian sebagai berikut:

Laporan Pelaksanaan Tugas
1. Melaksanakan Rapat sebanyak 4 kali selama 2020;
2. Melaksanakan Observasi K3L oleh jajaran Direksi di seluruh unit operasi perseroan sebanyak tiga kali pada 2020 (2 kali onsite, 1 kali virtual);
3. Melakukan Evaluasi Program Clean Site/Safe Site Initiative;
4. Melaksanakan Program Safety Conversation sebanyak 4 kali pada 2020;
5. Melakukan Evaluasi kinerja K3 dan seluruh insiden yang terjadi;
6. Evaluasi Program MHR;
7. Evaluasi Fasilitas K3 Transporter;
8. Evaluasi Sarana Pencegahan Kecelakaan pada Cyclone (Safety Net Project);
9. Evaluasi Kinerja K3 Transporter.

FOLLOW US ON