altimage
INTP:IJ Rp. 16.675 altimage 1,68%
19-Sep-2018 17:16
altimage
INTP:IJ Rp. 16675 altimage 1.68%
19-Sep-2018 17:16

Praktik Ketenagakerjaan dan K3

KETENAGAKERJAAN
Kebijakan Indocement terkait aspek ketenagakerjaan mengacu kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, diantaranya :  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu, Perseroan juga memiliki beberapa aturan tambahan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama dan Keputusan Manajemen untuk memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan aturan ketenagakerjaan yang benar.

Target dan Rencana Kegiatan
Dalam pencapaian tujuan organisasi sangat diperlukan Sumber Daya Manusia (“SDM”) yang tepat. Oleh sebab itu, Perseroan sangat menyadari bahwa SDM merupakan elemen strategis dan aset Perseroan yang sangat berharga.  

Sejalan dengan tantangan bisnis dan dalam rangka mencapai target Perseroan di tahun 2017, Corporate HR Division telah melakukan langkah-langkah strategis sehubungan dengan efisiensi, yaitu di antaranya dengan:
 • melakukan pengelompokan fungsi-fungsi yang ada di dalam organisasi Perseroan;
 • menerapkan otomatisasi di beberapa proses operasional;
 • mendayagunakan karyawan yang ada untuk mengerjakan tugas-tugas para rekannya yang telah memasuki masa purna bhakti; dan
 • melakukan pemindahan tugas antar divisi dan antar pabrik.

Langkah-langkah strategis tersebut dilakukan dalam rangka untuk menciptakan organisasi yang ramping dan efisien agar mampu bersaing dengan para pesaing Perseroan. Melalui upaya tersebut, maka per 31 Desember 2017 jumlah karyawan Perseroan dan entitas anak telah menurun sebesar 7,3% dibandingkan posisi pada akhir Desember 2016 seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini:

Perseroan juga menyadari pentingnya peningkatan dan pengembangan karyawannya agar dapat bersaing dan memberikan kontribusi yang lebih baik. Untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan para karyawan tersebut, selama tahun 2017 Perseroan menjalankan beberapa strategi pengembangan karyawan baik yang bersifat hard skill dan soft skill serta keahlian managerial. Strategi pengembangan karyawan tersebut diantaranya adalah adalah dengan me-launching dan melakukan sosialisasi New Leadership Style Perseroan, implementasi program SETARA, meningkatkan jumlah karyawan bersertifikasi K3, melaksanankan program Junior Engineer Training (JET), menjalankan dan mengembangkan Cement Academy, dan terus mengembangkan I-SHELTER sebagai pusat pendidikan dan pelatihan karyawan dalam bidang Safety, Health, dan Environment.

Hubungan Industrial 
Indocement sangat menyadari bahwa Sumber Daya Manusia memegang peran yang sangat penting dalam upaya mewujudkan visi dan misi Perseroan. Karena itu, Perseroan berupaya untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara karyawan dengan Manajemen. 

Agar tercipta hubungan industrial yang harmonis, Perseroan selalu berupaya mentaati berbagai peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku. Perseroan memenuhi hak-hak normatif tenaga kerja seraya terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerjanya.

Kebebasan Berserikat
Konvensi ILO Nomor 87 Tahun 1948 memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh untuk berorganisasi , sehingga pekerja/buruh tanpa perlu adanya kecemasan, ketakutan adanya campur tangan dari institusi publik baik itu pemerintah ,aparatur keamanan ataupun organisasi-organisasi lain. Di Indonesia, kebebasan berserikat telah dibuka lebar sejak pemerintah meratifikasi Konvensi ILO No. 87 Tahun 1948 dan disahkannya Undang-undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh.

Sebagai perusahaan yang taat azas, Indocement taat dan patuh terhadap peraturan tersebut. Karena itu, Indocement tidak melarang karyawan untuk berserikat dan mendirikan serikat pekerja.

Indocement memandang keberadaan serikat pekerja sebagai sarana yang menjembatani permasalahan antara karyawan dengan Manajemen menjadi sangat penting keberadaanya sehingga karyawan dapat dengan mudah mengemukakan permasalahan yang terjadi di lapangan dan manajemen dapat memberikan feed back yang baik kepada karyawan. Dengan terciptanya hubungan yang baik antara karyawan dan manajemen diharapkan karyawan dapat mencapai target manajemen sehingga Perseroan dapat memberikan kesejahteraan seperti apa yang diharapkan oleh karyawan.

Pada 2017, terdapat tiga organisasi serikat pekerja di lingkungan Indocement, yaitu Serikat Pekerja ITP Citereup yang terdaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten BogoR No. 161/OP.SP.ITP/03.35.161/03/X/II/02 tanggal 4 Februari 2002, Serikat Pekerja ITP Cirebon yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, No.560/03/XI/KAB. CRB/ SP – CRB/2006 tanggal  6 November 2006 dan Serikat Pekerja ITP Tarjun yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kota Baru No.560.568/16/Naker tanggal 6 April 2002. 

Perjanjian Kerja Bersama
Dalam rangka menciptakan hubungan industrial yang harmonis dengan karyawan, Perseroan telah merumuskan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Serikat Pekerja. Awalnya PKB dibuat di setiap lokasi operasional Perseroan. Sejak tahun 2003, Perseroan dan Serikat Pekerja telah mencapai kesepakatan untuk merumuskan PKB yang berlaku di setiap lokasi operasional Perseroan.

Perseroan dan Serikat Pekerja secara berkala mengkaji dan melakukan pengkinian terhadap KKB sesuai dengan kondisi lingkungan kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mekanisme Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Berdasarkan kebijakan dan prosedur yang berlaku di Indocement, setiap keluhan dan/atau pengaduan seorang karyawan atau lebih akan diselesaikan secara musyawarah mufakat, adil serta secepat mungkin. Dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, Perseroan memiliki dua cara yaitu secara internal Plant dan Divisi melalui mekanisme grivence procedure (penyelesaian keluh kesah) maupun lembaga kerja sama bipartit, dengan tahapan penyelesaian sebagai berikut:
  1. Setiap keluhan atau pengaduan pertama-tama harus dibicarakan dan diselesaikan dengan atasan langsung.
  2. Bilamana penyelesaian dirasakan belum memuaskan maka dapat meneruskan ke atasan yang lebih tinggi.
  3. Dalam hal penyelesaian itu pun dirasakan belum memuaskan maka permasalahannya dapat diterukan ke Corporate HR Division untuk diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku di Perseroan.
  4. Dalam hal-hal tertentu Perseroan melalui Corporate HR Division akan membicarakan permasalahan yang ada bersama melalui lembaga kerja sama bipartit.
  5. Selanjutnya apabila tetap tidak dapat diselesaikan dengan bipartit, maka permasalahan akan diselesaikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kesejahteraan Karyawan
Perseroan senantiasa memperhatikan kesejahteraan karyawannya, salah satunya melalui strategi remunerasi dan manfaat yang selalu dikaji ulang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menjaga competitiveness dengan industri, yang selanjutnya dapat mendukung kinerja yang unggul dalam pencapaian target Perseroan.

Kompensasi yang diberikan Perseroan  kepada karyawan  adalah upah pokok (gaji dasar, tunjangan prestasi, tunjangan pengabdian, dan tunjangan tingkatan) ditambah tunjangan tetap (tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi). Di samping upah yang diterima, Perseroan juga memberikan tunjangan sebagai berikut : 
  1. Tunjangan shift (khusus shift II dan shift III);
  2. Tunjangan kerja lembur;
  3. Tunjangan perjalanan dinas, pemindahan sementara, dan tugas belajar;
  4. Tunjangan bagi Operator Bulk Loading & Coal Hauler;
  5. Tunjangan Hari Raya;
  6. Bonus;
  7. Tunjangan risiko medan kerja.

Disamping itu, Perseroan juga memberikan manfaat dan fasilitas  kepada seluruh karyawan yang terdiri dari : 
 1. Kesehatan
Seluruh karyawan dan keluarga karyawan diwajibkan menggunakan fasilitas yang tersedia di poliklinik Perseroan, atau poliklinik yang ditunjuk Perseroan untuk karyawan di luar pabrik. Fasilitas kesehatan poliklinik yang diberikan meliputi pemeriksaan, pengobatan, perawatan, persalinan, klinik gigi, emergency, observasi, x-ray, klinik KB, general check up, vaksinasi, dan apotek. Jika terdapat fasilitas yang tidak disediakan oleh poliklinik Perseroan, maka Perseroan akan merujuk karyawan dan keluarga karyawan ke rumah sakit umum dan swasta yang sudah bekerja sama dengan Perseroan untuk memenuhi semua kebutuhan karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 2. Fasilitas
Adapun fasilitas yang diberikan Perseroan kepada karyawan terdiri dari, koperasi karyawan, kantin karyawan, rekreasi tahunan karyawan, perpustakaan, klub seni, fasilitas olah raga, dan fasilitas bangunan untuk serikat pekerja.

 3. Jaminan Sosial Program Dana Pensiun 
Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti (Program Pensiun) untuk semua karyawan tetap yang telah memenuhi kriteria dan liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai yang ditentukan berdasarkan PKB yang berlaku. Liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai tersebut dihitung dengan membandingkan imbalan yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari Program Pensiun dengan imbalan sesuai dengan PKB, setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi karyawan dan hasil pengembangannya. Jika bagian pemberi kerja pada imbalan Program Pensiun kurang dari imbalan yang diharuskan oleh PKB, Perseroan akan mencadangkan kekurangan tersebut.

Entitas anak tidak menyelenggarakan program pensiun. Namun demikian, beban tunjangan pensiun entitas anak telah dicadangkan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.

Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetapnya. Iuran dana pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan karyawan masing-masing sebesar 10,0% dan 5,0% dari penghasilan dasar pensiun karyawan.

Dana pensiun dikelola oleh Dana Pensiun Karyawan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., yang pendiriannya telah disetujui oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 12 November 1991, yang kemudian diubah dengan Surat Keputusan No. Kep-332/KM.17/1994 tanggal 1 Desember 1994. Pada tanggal 31 Desember 2016 total aset Dana Pensiun mencapai Rp1.279,5 miliar.

Indocement menunjuk PT Mercer Indonesia, aktuaris independen, untuk melakukan penilaian dari taksiran liabilitas untuk imbalan pascakerja dan liabilitas atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak bagi karyawan tetapnya.

 4. Imbalan Kesehatan Pascakerja 
Perseroan mulai mengadakan program penggantian biaya rawat inap pascakerja kepada semua karyawan tetapnya yang memenuhi persyaratan sejak bulan Maret 2005. Program ini tidak didanai. Indocement telah menunjuk PT Mercer Indonesia, aktuaris independen, untuk melakukan penilaian atas taksiran liabilitas untuk imbalan kesehatan pascakerja.

 5. Penghargaan 
    a. Cuti Tambahan
Perseroan memberikan cuti tambahan kepada karyawan berdasarkan masa kerja dengan ketentuan sebagai berikut:
       • Masa kerja enam s/d dibawah 11 tahun: tambahan hak cuti 25 hari kerja + 0,5 bulan upah pokok dikurangi tunjangan tingkatan bagi karyawan yang sudah memasuki masa kerja delapan tahun.
       • Masa kerja 11 s/d dibawah 16 tahun: tambahan hak cuti 25 hari kerja + 0,5 bulan upah pokok dikurangi tunjangan tingkatan.
       • Masa kerja 16 s/d dibawah 21 tahun: tambahan hak cuti 25 hari kerja + satu bulan upah pokok dikurangi tunjangan tingkatan.
       • Masa kerja 21 s/d dibawah 26 tahun: tambahan hak cuti 25 hari kerja + satu bulan upah pokok dikurangi tunjangan tingkatan.
       • Masa kerja 26 tahun ke atas dengan kelipatan 5 tahun: tambahan hak cuti 25 hari kerja + dua bulan upah pokok dikurangi tunjangan tingkatan.
    b. Penghargaan Masa Kerja
Perseroan akan memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja dalam periode tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:
       • Telah bekerja selama delapan tahun : diberikan piagam penghargaan
       • Telah bekerja selam 16 tahun: diberikan piagam penghargaan dan cincin/kalung/gelang emas seberat 10gr dengan kadar 20 karat.
       • Telah bekerja selama 24 tahun: diberikan piagam penghargaan dan cincin/kalung/gelang emas seberat 15gr dengan kadar 20 karat.
       • Telah bekerja selama 32 tahun: diberikan piagam penghargaan dan cincin/kalung/gelang emas seberat 20 gram dengan kadar 20 karat.
    c. Karyawan Teladan
Penghargaan ini diberikan kepada karyawan eselon VI s/d eselon V yang dinominasikan oleh Superintendent dari Divisi atau Plant serta melalui serangkaian tes dan diberikan sejumlah uang sesuai kebijakan Perseroan.
    d. Penghargaan Luar Biasa
Penghargaan ini diberikan kepada karyawan yang, antara lain:
       • menemukan metode kerja baru yang ternyata sangat efisien dan bermanfaat bagi Perseroan:
       • telah berjasa sehingga dapat menghindari bencana bagi Perseroan;
       • telah berjasa dan dapat membawa nama baik Perseroan;
       • telah membantu Perseroan dalam memberikan keterangan yang diperlukan mengenai tindakan-tindakan yang sangat merugikan Perseroan baik yang dilakukan oleh karyawan sendiri maupun pihak luar; dan
       • melakukan prestasi kerja lainnya yang setingkat dengan di atas.
    e. Penghargaan Purnakarya
Perseroan memberikan apresiasi dalam bentuk upacara pelepasan kepada karyawan yang akan memasuki masa purnakarya.

Turn Over Karyawan
Pada 2017, Perseroan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan walaupun kondisi pasar semen di Indonesia mengalami oversupply yang berakibat turunnya angka utilisasi pabrik.  Khusus untuk karyawan Perseroan, Indocement mengalami penurunan jumlah karyawan sebanyak 322 karyawan dengan rincian sebagai berikut : 10 karyawan meninggal dunia, 166 karyawan memasuki masa pensiun, dan 146 karyawan mengundurkan diri dengan beragam alasan selain itu, Indocement juga menambah karyawan baru sebanyak 17 karyawan. Dengan demikian, tingkat turnover karyawan pada tahun 2017 adalah sebesar 7,24%, lebih tinggi dibandingkan tingkat turnover karyawan tahun sebelumnya yaitu 6,37%, hal ini disebabkan karena perbandingan jumlah karyawan yang out tidak sebanding dengan karyawan baru yang masuk di tahun 2017.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Bagi Indocement, karyawan merupakan aset berharga dalam menjamin keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, aspek kesehatan dan keselamatan kerja karyawan merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Perseroan menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman dan nyaman untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi kesehatan dan keselamatan kerja karyawan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja.

Dalam rangka mengembangkan budaya kesehatan dan keselamatan yang positif di lingkungan Indocement dan anak perusahaan, Perseroan: 
  1. Berkomitmen untuk mematuhi semua peraturan daerah, regional, nasional dan internasional, aturan dan pedoman mengenai kesehatan dan keselamatan; 
  2. Mengelola masalah kesehatan dan keselamatan dengan menggunakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang tepat; 
  3. Menyusun laporan dan analisis data kesehatan dan keselamatan kerja secara teratur;

Target dan Rencana Kegiatan

Demi terciptanya lingkungan kerja yang baik bagi keselamatan dan kesehatan kerja perseroan senantiasa berupaya membangun dan mengembangkan budaya keselamatan kerja dalam rangka pencapaian Zero Harm menuju World Class Safety Culture dengan memastikan kepatuhan persyaratan keselamatan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia dan standar yang relevan, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan nilai inti dan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan perusahaan, melakukan upaya pencegahan kecelakaan melalui pengelolaan potensi bahaya dan meminimalkan risiko untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan selamat dan senantiasa berupaya untuk mengutamakan keselamatan kerja melalui kegiatan perbaikan secara berkelanjutan.

Disamping itu perseroan senantiasa selain melakukan peningkatan aspek kesehatan dan keselamatan kerja melalui berbagai pelatihan K3 bagi karyawan Perseroan maupun karyawan kontraktor, revisi berbagai prosedur kerja dan promosi budaya K3 melalui Bulan K3. Perseroan juga telah berusaha melakukan langkah-langkah strategis dan signifikan yakni melakukan Gap Analysis untuk Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan dan Pemetaan Implementasi K3 di seluruh gudang dan terminal semen Indocement serta sebagian besar batching plant milik entitas  anak Perseroan.    

Life Saving Rules
Pada tanggal 13 Januari 2016, Indocememt secara resmi meluncurkan Peraturan Keselamatan Jiwa “Life Saving Rules/LSR” sebagai peraturan baru mengenai K3 menggantikan peraturan sebelumnya yaitu Safety Golden Rules. Indocement berupaya menjaga keselamatan kerja karyawan dengan menerapkan Life Saving Rules) yang mencakup: 
  1. Alat pelindung diri standar; 
  2. Bekerja di ketinggian; 
  3. Memasuki ruang terbatas; 
  4. Bekerja di area panas dan pekerjaan panas; 
  5. Isolasi energi: LOTOTO (Lock Out, Tag Out, Try Out); dan 
  6. Keselamatan berkendara. 

LSR diterapkan bagi seluruh karyawan Perseroan, karyawan kontraktor dan semua tamu yang berada di wilayah kerja Perseroan sebagai upaya perlindungan bagi semua orang di wilayah kerja Perseroan agar dalam setiap aktivitas di seluruh wilayah kerja Perseroan tidak menimbulkan potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan meninggal dunia dan cidera berat.

I-SHELTER
Indocement-Safety Health Environment Learning Center (I-SHELTER) adalah pusat pelatihan yang fokus pada keselamatan kerja dan lingkungan. Sebagai perusahaan yang menjadi bagian dari Cement Sustainability Initiative (CSI), Indocement selalu memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat bagi karyawan dan kontraktornya.

I-SHELTER merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan dan memastikan bahwa setiap karyawan dan kontraktor yang bekerja di Indocement memiliki pemahaman yang sama tentang membudayakan keselamatan (Indocement-Safety Culture). Termasuk di dalamnya prinsip, panduan, prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan juga lingkungan. Dengan cara seperti ini, mereka dapat mengenali potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya. Pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan juga selamat setiap saat.

Kehadiran I-SHELTER juga diharapkan mampu membangun budaya dan karakter serta menjadi monumen sosial di bidang keselamatan, kesehatan dan lingkungan yang sejalan dengan motto Indocement, “Turut Membangun Kehidupan Bermutu”. Saat ini Indocement telah memiliki I-SHELTER di Pabrik Citeureup, Pabrik Palimanan dan Pabrik Tarjun.

I-SHELTER memiliki berbagai fasilitas dan pelatihan, diantaranya: 
  1. Simulasi alat pelindung diri; 
  2. Simulasi kiln; 
  3. Simulasi berkendaraan; 
  4. Pelatihan bekerja di ruang terbatas; 
  5. Pelatihan bekerja di ketinggian; 
  6. Pelatihan perancah (scaffolding); 
  7. Pelatihan bekerja di area panas; 
  8. Pelatihan Lock-out, Tag-out, Try-out (LOTOTO); 
  9. Pelatihan kegawatdaruratan; 
  10. Pelatihan pekerjaan refractory; 
  11. E-learning.

Pelatihan K3
Untuk menjamin dan melindungi keselamatan setiap tenaga kerja Perseroan secara berkala menyelenggarakan pelatihan K3 bagi setiap karyawan di lokasi operasional Perseroan. Pelatihan K3 di Indocement dilakukan dengan menggunakan metode e-learning dan kelas

Materi yang diberikan dalam pelatihan K3 disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit dan level jabatan dari pegawai.

Pelatihan-pelatihan K3 yang diselenggarakan Perseroan selama 2017  termasuk namun tidak terbatas pada:
E-Learning 
  1. Gerakan Hidup Sehat; 
  2. Ergonomi; 
  3. Penyuluhan KK Akibat Debu; 
  4. Penyuluhan KK Akibat Bising; 
  5. Pencegahan & Penanggulangan HIV/ AIDS; 
  6. Penyuluhan Jantung Sehat; 
  7. Penyuluhan Limbah B-3. 

Kelas
  1. Sertifikasi Basic Scaffolding;
  2. Sertifikasi Confined Space Petugas Utama;
  3. Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan;
  4. Sertifikasi K3 Pemadam Kebakaran Kelas C;
  5. Pelatihan HIMU (Hygiene Industrial Muda);
  6. Pelatihan Supervisi Scaffolding;
  7. Bimbingan Teknis Lahan Terkontaminasi Limbah B3 dan Tanggap Darurat; dan
  8. Pelatihan lainnya.

Sertifikasi Terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Untuk memastikan bahwa kegiatan usaha Perseroan telah sesuai dengan standar K3, Perseroan melengkapi operasionalnya dengan berbagai sertifikasi berstandar internasional di bidang kesehatan dan keselamatan kerja yang diaudit secara berkala.

Statistik K3
Indocement berupaya untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan kerja baik dalam jumlah maupun kualitas pelaksanaannya dengan sasaran tumbuhnya budaya sadar risiko K3 beserta dampak negatif dari risiko tersebut.
Dengan tumbuhnya budaya sadar K3, maka target zero accident akan dicapai.

Pada 2017 terjadi beberapa insiden dan kecelakaan kerja, sebagaimana digambarkan dalam tabel sebagai berikut:

Pada tahun 2017 terjadi dua kecelakaan kerja yang berakibat meninggalnya seorang pekerja kontraktor dan seorang pekerja angkutan pihak ketiga. Hasil investigasi menunjukan bahwa kecelakaan disebabkan tindakan berbahaya yaitu tidak dipatuhinya peraturan yang berlaku dan penerapan metode kerja yang tidak aman oleh korban.  Terkait kecelakaan tersebut Perseroan telah mengambil langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di wilayah kerja Perseroan.

43 Tahun Membangun Indonesia KOKOH