altimage
INTP:IJ Rp. 19.625 altimage -1,88%
19-Nov-2018 17:19
altimage
INTP:IJ Rp. 19625 altimage -1.88%
19-Nov-2018 17:19

Kemasyarakatan

Kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi operasional Perseroan menjadi sangat penting demi keberlangsungan kegiatan operasional Perseroan. Perseroan menyadari, dalam operasionalnya, Perseroan akan melibatkan masyarakat baik secara langsung atau tidak langsung. Perseroan meyakini peningkatan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya akan mendukung pengembangan bisnis Perseroan secara berkelanjutan.

Kebijakan 
Kebijakan dan komitmen Indocement dalam tanggung jawab sosial dalam bidang sosial kemasyarakat dituangkan dalam kebjiakan perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama Indocement. Kebijakan tersebut mencakup komitmen Indocement agar senantiasa berusaha untuk meningkatkan program masyarakat untuk menciptakan nilai bersama dan solusi lebih baik.

Target dan Rencana
  1. Mempelopori dan membina sekolah yang terletak di desa mitra Indocement agar menjadi sekolah berperingkat Adiwiyata baik tingkat kabupaten, provinsi nasional, serta mandiri;
  2. Mempelopori dan membina desa mitra untuk menjadi Kampung Ramah Lingkungan. Ditargetkan tiga desa mitra Indocement pada 2017 akan menerima predikat sebagai Kampung Ramah Lingkungan, hasilnya Desa Puspanegara, Kab. Bogor Desa Citeureup, Kab. Bogor dan Desa Randakari, Kab. Cilegon mendapatkan predikat tersebut.
  3. Pemanfaatan teknologi murah yang mutakhir untuk program pertanian/peternakan serta pengolahan hasil. Pada 2017, sesuai dengan rencana, Perseroan sudah memfasilitasi solar cell untuk budi daya sayuran dengan metode hydroponik di Desa Tajur.

Kegiatan yang Dijalankan
Program pengembangan sosial kemasyarakatan yang dijalankan Indocement berfokus pada lima bidang utama, yaitu : pendidikan; kesehatan; ekonomi; sosial-budaya, agama, pemuda dan olahraga (sosbudagor); dan keamanan; serta program khusus yang disebut Program Pengembangan Berkelanjutan (SDP).

Kegiatan pengembangan sosial kemasyarakatan yang dijalankan Indocement pada tahun 2017 dapat dijelaskan sebagai berikut:

PROGRAM PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN
Program CSR Perseroan juga meliputi pengembangan masyarakat secara berkelanjutan (Program Pengembangan Berkelanjutan/ Sustainable Development Program atau “SDP”) yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian masyarakat agar dapat terus meningkatkan kehidupan yang bermutu.

Kampung Kaleng Pasirmukti 
Kampung Kaleng merupakan program Indocement yang diresmikan pada Agustus 2014 untuk membantu para perajin barang-barang dari kaleng bekas di Kampung Dukuh, Desa Pasir Mukti Citeureup, Bogor. Dari kampung ini, dihasilkan berbagai produk, antara lain loyang, perkakas rumah tangga, knalpot, cerobong asap di pabrik. Usaha Indocement dalam memberdayakan masyarakat di kampung ini adalah dalam pengembangan usaha berupa bantuan modal bergulir, pelatihan keterampilan, pengembangan pasar. 

Setelah diresmikannya Kampung Kaleng, di 2015 para perajin membentuk Koperasi Usaha Bersama (KUB) Rancage, yang merupakan mitra binaan CSR Indocement dan dimotori oleh Dedi Ahmadi sebagai ketua yang juga merupakan salah satu local hero. Saat ini KUB Rancage memiliki anggota sebanyak 62 orang, tersebar di 12 desa mitra dan sudah merambah hingga di luar desa mitra, antara lain hingga ke Cibinong. 

KUB Rancage memanfaatkan penjualan dengan sistem online seperti Bukalapak.com dan Tokopedia.com. Produk KUB Rancage telah merambah ke seluruh wilayah Indonesia bahkan ke luar negeri. 

Gerakan Tani Mandiri 
Indocement berupaya mengurangi masalah sosial melalui program pengembangan berkelanjutan (SDP).

Pada 4 Oktober 2014, Indocement meluncurkan “Gerakan Tani Mandiri” (GTM). Program ini bertujuan untuk menggarap potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa dengan menyediakan bibit tanaman, media tanam dan peralatan tani. Selanjutnya masyarakat diberikan bimbingan dan pelatihan agar mereka dapat mencapai kemandirian dalam bertani.

Salah satu program GTM adalah Kampung Jamur. Budidaya jamur pertama kali dilakukan di Palimanan, Cirebon kemudian disusul di Citeureup.

Saat ini, Indocement terus melakukan upaya pembinaan para petani GTM guna mengembangkan usaha ekonomis produktif, di antaranya budidaya jamur tiram dan jamur merang.

Kampung Batik Ciwaringin 
Kampung Batik Ciwaringin di Cirebon diresmikan pada Agustus 2012 dan merupakan salah satu program CSR Indocement Pabrik Palimanan. 

Keberhasilan Kampung Batik Ciwaringin yang dijalankan Indocement Pabrik Palimanan Indocement merupakan salah faktor penilaian yang memengaruhi keputusan Pabrik Palimanan mendapatkan peringkat emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012. Program ini dinilai mampu membangkitkan kembali komunitas pembatik Kebon Gedang Cirebon yang telah meredup selama bertahun-tahun. Kampung Batik Ciwaringin dinilai cukup berhasil karena dalam perancangannya telah mendorong partisipasi masyarakat dalam proses tersebut sehingga melahirkan rasa memiliki warga pada program yang dijalankan.

Saat ini para perajin aktif ikut serta dalam berbagai pameran. Tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun luar negari ke showroom terus meningkat, seiring semakin dikenalnya Kampung Batik Ciwaringin oleh masyarakat.

P3M (Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat) dan P4M (Pusat Penelitian, Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat)
Sebagai salah satu realisasi program CSR berupa program pengembangan berkelanjutan bagi masyarakat maka Perseroan mendirikan pusat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, perikanan dan peternakan agar masyarakat peserta pelatihan mempunyai keterampilan dibidang tersebut sehingga mempunyai pengahasilan dan program pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi pengangguran.

Rumah Seni dan Budaya
Pembangunan Rumah Seni dan Budaya merupakan salah satu bentuk kontribusi Perseroan dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal di masing-masing kompleks pabrik. Berbagai kegiatan yang berlangsung di Rumah Seni dan Budaya dikelola oleh tokoh-tokoh masyarakat. Kegiatan yang berlangsung antara lain:
  - Tari topeng;
  - Sanggar kesenian;
  - Tempat pagelaran seni dan budaya lainnya.

Pemberdayaan Pemuda di Ciwandan (Persatuan Pemuda Kumbang Saron/P2KS)
Persatuan Pemuda Pemuda Kubang Saron (P2KS) yang berada di RT 04 /RW 02 di Kelurahan Tegal Ratu membentuk suatu kegiatan Edukasi yang bernama “Sanggar Wuni Kreasi“. Program ini merupakan pengembangan dari program bank sampah yang ada di Kelurahan Randakari, Kota Cilegon, Jawa Barat.

Tujuan dibentuknya “Sanggar Wuni Kreasi” adalah:
  1. Menumbuhkan minat baca anak;
  2. Mengenalkan kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah;
  3. Meningkatkan kreatifitas masyarakat;
  4. Menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

Kegiatan yang dilakukan dalam “Sanggar Wuni Kreasi” antara lain:
  -  Kelas Edukasi: Penyediaan buku-buku untuk anak usia SD – SMA, English Class untuk anak SD sampai SMA, pengenalan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) bersama dengan komunitas sains setempat, dan Kokamp atau konseling kampung yang ditujukkan kepada perempuan-perempuan di Randakari.
  -  Program Kesehatan Masyarakat (Kesmas): Sosialisasi pola hidup bersih sehat, sosialisasi tumbuh kembang anak, dan sosialisasi bank sampah untuk meminimalisir volume sampah yang dan mendapatkan keuntungan ekonomis.
  -  Program Kesenian: seni musik marawis, angklung & rampak bedug dan teknik melukis doodle.
  -  Program Pelatihan: pelatihan psikotes tenaga kerja dan pengenalan wirausaha untuk mendorong tercapainya ekonomi kreatif.

Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA)-Sekolah Magang Indocement (SMI)

Pada mulanya pelatihan Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA) diadakan untuk meningkatkan kemampuan teknis konstruksi tenaga kerja bangunan (tukang). Kepada peserta SETARA juga diberikan pelatihan mengenai perundang-undangan tentang jasa konstruksi, praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), manajemen konstruksi, perencanaan anggaran biaya dan pengajuan tender, kewirausahaan, serta aplikasi produk terkini dalam dunia konstruksi agar mereka memiliki nilai lebih, profesional dan berkualitas untuk mencapai kepuasan pelanggan. 

Program pelatihan tiga hari ini merupakan kerja sama Perseroan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), serta Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Target SETARA sampai dengan tahun 2020 adalah mencetak 10.000 tukang bangunan bersertifikat dari LPJK – Kemenpupera. Sampai dengan saat ini peserta SETARA berjumlah 2.362 orang dari seluruh wilayah Indonesia.

Sejak 2017, program ini kemudian secara khusus dikembangkan agar juga dapat diterapkan di sekitar wilayah operasional Perseroan dengan maksud menciptakan keterampilan tambahan bagi masyarakat sekitar. Diselenggarakan bersama antara unit CSR dan Sekolah Magang Indocement (SMI), calon peserta “SETARA-SMI” tidak diwajibkan memiliki pengalaman kerja sebagai tukang bangunan seperti pada program SETARA sebelumnya. Mengacu kepada kurikulum SMI, lulusan SETARA-SMI juga mendapatkan sertifikasi dari Dinas Ketanagakerjaan.

Sejak angkatan kelima, diterapkan kurikulum percontohan dengan penambahan materi bela negara.  inisitaif penambahan materi ini dilakukan oleh Perseroan bersama dengan Kodim 0620 – Kabupaten Cirebon dan Kodim 0621 – Kabupaten Bogor. 

Pelatihan SETARA-SMI sudah diselenggarakan sebanyak enam angkatan, masing-masing selama tujuh sampai sembilan hari. Dari 244 lulusan SETARA-SMI, 33 tenaga tukang terlatih sudah tersalurkan dan lulusan lainnya masih dalam proses fasilitasi penyaluran, baik melalui wadah “Mutu” (komunitas Tukang Tiga Roda) yang dibentuk oleh Perseroan maupun melalui kerja sama Perseroan dengan pihak ketiga.

Tenaga Kerja Lokal 
Pertumbuhan bisnis Indocement telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi di daerah, tempat berdirinya ketiga pabrik Indocement. Perusahaan lokal tumbuh menjadi pemasok pengadaan barang dan jasa maupun kontraktor pekerjaan lain, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah melalui pembayaran pajak maupun retribusi. Pertumbuhan Indocement juga membuka kesempatan kerja, terutama bagi masyarakat lokal untuk menjadi karyawan Perseroan ataupun karyawan dari perusahaan kontraktor Perseroaan.

Biaya yang Dikeluarkan
Untuk menjalankan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan aspek pengembangan sosial kemasyarakatan pada tahun 2017, Indocement mengeluarkan biaya sebesar Rp24.9 miliar.

43 Tahun Membangun Indonesia KOKOH